Beberapa kali aku menulis layaknya seseorang yang sedang depresi atau stres berat…
Tanpa bermaksud memungkiri itu, aku mengaku bahwa aku tidak sekuat apa yang dilihat orang dari luar… Masih dalam kasus yang sama bahwa rasa dan ingatan tentang kehilangan itu terus mengikuti… Memang itu bukan sesuatu yang ingin aku lupakan…tapi lebih pada menerima sesuatu itu menjadi bagian dari perjalanan hidupku…
Aku tidak kebal pada rasa kehilangan dan kesedihan…satu hal yang sudah sangat aku kenal tentang diriku.
Aku juga tidak berbicara layaknya aku memang seorang psikolog yang mempelajari buanyak ilmu yang mestinya bisa membuat aku jauh lebih baik… Tapi untuk masalah ini aku bersembunyi…-sekali lagi aku bilang- aku bersembunyi di balik kedok bahwa aku hanya manusia yang untuk beberapa waktu ini sedang tidak stabil…kadang hatiku bisa sangat kuat…..tetapi kadang juga berlari ke kutub lemah…
Sering kali aku sepaham dengan humanistik yang melihat manusia dalam kacamata positif (gabungan antara Rogers, Allport & Maslow)…bahwa manusia punya potensi positif, konstruktif, rasional, punya kekuatan, dan bisa membawa dirinya untuk menjadi positif, membawa dirinya menjadi utuh memenuhi potensinya…dll…Bahwa manusia bukanlah korban dari masa lalunya sehingga masa lalu bukan penghambat dan penentu kita dimasa depan. So artinya manusia bisa berubah…bisa belajar dari pengalamannya untuk menjadi lebih baik dimasa depan.
Aku setuju dengan pendapat diatas…aku bukan korban dari pengalaman-pengalamanku…jadi inilah yang namanya proses…untuk menjadikan diriku benar2 sehat kembali (fisik, mental, spiritual dan sosial ku). Teringat kembali materi kuliahku tentang kesehatan mental, bab Kepribadian Sehat menurut Carl Rogers bahwa proses menjadi seseorang yg teraktualisasi tidak selalu menyenangkan…kadang harus sakit, kadang harus sukar dan kadang menyakitkan. Karena disitu kita menjadi kaya…kita menghadapi banyak tantangan…jadi disitulah prosesnya…never ending dan tdk pernah statis…well that’s life…make sense…
So this time i’m not gonna hide again… (i promise i’ll try hard…even harder than before…). Disisi lain aku juga memahami bahwa semua kesedihan, kemalangan, kesulitan dan hal2 yg melenceng dari ekspektasi kita itu hanyalah masalah cara pandang kita thd suatu situasi… Masih susah memang buat aku untuk bisa seketika merubah persepsi ku thd suatu situasi atau kejadian. Ya karena stress…rasa kecewa…cemas…marah…kebanyakan berasal dari pikiran kita sendiri…sekali kita bisa merubah itu dan memaknai situasi dengan cara pandang yang berbeda (positif)…insya Allah hasilnya juga berbeda (positif)…
Jadi hingga saat ini aku msh tidak stabil…karena aku masih juga memelihara hal-hal yang menjadi penghambatku…sisi positif yang bisa aku ambil…aku sudah menyadari semua itu…aku bisa menerima semua itu…dan sekarang masih dalam proses keep moving forward…terus dan terus aku akan berusaha…
So the point is… aku baru saja mendapatkan pelajaran berharga dari percakapan dengan seseorang…Sebut saja bapak X yang sudah kehilangan anaknya 4 kali…ada yg meninggal dalam kandungan…dan juga sempat sudah dilahirkan tetapi tidak bisa bertahan… Dengan pengalamanku yang juga pernah merasakan kehilangan anak, aku rasa berapa kali pun kehilangan tidak akan pernah membuat kita menjadi kebal. Aku tidak tahu juga apa saja yg sdh dilakukannya hingga membuat mereka tetap tegak! Bukan pula hal yang ingin kubayangkan…
Tapi dari beliau aku belajar…memiliki anak adalah keinginan yang gak bisa dipungkiri…tapi jangan jadikan itu obsesi yang berlebihan…just let it flow…tetap berusaha iya…tetap berdoa jg iya… So kenapa obsesi berlebihan jangan?
Hmmmm…disini aku baru menyadari…karena saat keinginan itu menjadi berlebihan kita menjadi tidak realistis…contohnya saja…tiap hari di doaku aku mengatakan… “Yaa Allah…ijinkan aku bla…bla..blaa…”, Yaa Allah berikan aku…dst…” Kumohon Yaa Allah…Plisss…beri aku kesempatan lagi…Yaa Allah…ini…itu…ini…itu…”
Dan jutaan rengekan ku yang lain…yang rasanya sangat riwil sekali! Lalu akhirnya menjadi fokus pada meminta! (na’udzubillah hi mindzalik…insya Allah blm sampai kesitu). Buruknya lagi…jika Allah masih ingin menguji keteguhan kita dlm berikhtiar…apa yg dilakukan manusia? maybe start asking…”kenapa blm juga ya? kapan ya? trus harus gimana lagi ya? dan kalo semakin parah sampai bilang “aku kurang apa?” dsb… Sangat manusia banget!
Tapi lihat saja…bahwa disitu manusia mulai meragukan Allah…mulai bersu’udzon secara tidak langsung… Astaghfirullahhal’adziim…..jauhkan kami dari hal yang demikian…amien.
Sangat manusia sekali dan sangat tidak beriman! Disitu bisa kita lihat betapa miskin atau kayanya hati kita…mulailah berkaca…(aku…) bagaimana ibadahku? sudahkan semua perintahNya aku laksanakan…dengan ikhlas, tulus dan penuh kesadaran? sudahkah aku benar2 menjauhi laranganNya…tidak melakukan yang dilarangNya? bagaimana zakatku? bagaimana shodaqahku? bagaimana kepedulianku pada orang lain?bagaimana baca Qur’an ku? apakah aku jg rutin menegakkan sholat sunnah? hmmm…apakah aku sudah menjadi istri yang sholehah untuk suamiku?
Sehingga dari semua itu apa aku pantas meminta dengan merengek-rengek? Seakan mendikte MU ingin ini dan itu dan Engkau yang menuruti keinginanku? Astaghfirullahal’adziim…
So this time…aku tidak akan lagi mendikte-Mu! Aku tahu Engkau menyayangi kami lebih dan lebih…dan tidak akan ada lagi lainnya selain bersyukur…..
Terimakasih bapak X yg membawaku menyadari akan hal ini…
Sejujurnya…hari ini aku sudah terlambat haid hampir 10 hari-an…hasil test pack juga menunjukkan tanda positif….tapi ternyata hari ini mungkin kehendakNya lain…dari pagi tadi aku kembali mengeluarkan darah buanyak sekali hingga sekarang dengan rasa sakit perut yg bs membuatku guling2. Suatu pengalaman yg jujur saja sangat traumatis bwt aku (kembali lagi ini persepsiku secara subjektif). Aku memang belum priksa ke dokter sehingga blm brani jg mengatakan aku hamil atau tidak… Tapi aku menganggapnya ini sebagai satu lagi tantanganMu dan proses yg harus kami lalui untuk keep moving forward. Suatu tantangan bahwa kami diberi kebahagiaan ini, diberi kesempatan terlambat haid yg mungkin juga mengarah pada kehamilan (amien) atau juga hanya terlambat saja…apakah tetap membuat kami mendekat padamu…tidak membuat kami takabur dan jadi kufur nikmat…sehingga apapun hasilnya nanti apakah kami kehilangan lagi atau tidak kumohon izinkan kami selalu mendekat pada Mu.
Yaa Allah…aku akan berusaha lebih baik lagi…dan lebih banyak memberi dari pada menuntut…karena aku tahu, “berdagang” dengan Mu manusia tidak akan pernah rugi…karena mungkin kita hanya memberi satu dgn ketulusan dan keikhlasan hati tanpa pamrih mungkin Allah akan langsung memberi kita 1000 kali lipat…
Jadi…aku mulai terbiasa dgn segala jenis sakit perut…karena haid, pendarahan, kontraksi akibat induksi saat melahirkan, sulit BAB dan jenis sakit perut yg lain…daripada kugunakan sakit perut yg sekarang kurasakan untuk guling-guling dan menangis gak jelas jadilah tulisan ini.
I love you my husband…I love you my Rania…dan kemungkinan adiknya yg akan diberikan pada kami sekarang atau nanti…
Yaa Allah ijinkan aku mengatakan ini…jika sekarang belum waktunya…aku bermohon pada Mu…plisss…give us next time di waktu yang tepat menurut Mu…
amien. Dan dalam penantian itu kuatkan kami dalam berikhtiar, beribadah dan melakukan hal-hal positif lainnya yang tidak melanggar aturanmu…amien…
We luv u baby…..

Posted by Naja Raya on April 26, 2010 at 11:44 pm
Seringkali..yang terbaik untuk kita adalah sesuatu yang tidak kita sukai.Tuhan telah membuat skenario terbaik untuk kita, tapi seringkali kita tidak sadar dengan apa yang telah dibuatNya
Stay Strong..
Posted by trianurfitria on April 27, 2010 at 6:12 pm
Thnx my dear friend…eventhough…masih saja so HEAVY!
Stay strong for both of us!
Posted by It’s a new day..it’s a new life..it’s a new chapter ;) « On my mind… on Agustus 26, 2011 at 9:02 am
[...] liat postingan tgl 13 April 2010 kmrn yg judulnya aku-tidak-akan-lagi-mendikte-mu well that time akhirnya semua meluruh & aku belum hamil…waktu itu sempat kembali nge-drop [...]