Berharap…

IYA..aku ingin mengungkapkan ini semua…

Aku ingin cara yang lebih adaptif…

Sudah 4 bulan lebih dan aku masih terus berusaha…

IYA..aku sangat-sangat berharap…aku sangat-sangat menginginkannya…

Bukan hanya aku…tapi KAMI…

Kami berdua…

Kami sudah semakin baik…tapi belum sepenuhnya pulih…

Kami masih terus berjuang…

Ampuni aku Yaa Allah…imanku miskin sekali…maybe i havent try my best shot to be close to YOU more…and more…

Maafkan aku Yaa Allah…

I know we’re extraordinary…

Tapi sejujurnya…ini semua masih terasa berat…

Aku merasa jadi orang yg jahat sekali…

IYAAA!!! KARENA AKU IRI!

because i want it SOOOOO MUCH!

I’m sooo sorry…thats why i said that…AKU MEMBUTUHKAN CARA YANG LEBIH ADAPTIF!

Yaa Allah…kami berharap terus menerus…ijinkan kami segera pulih…

Beri kesempatan padaku untuk bisa hamil lagi…

Dengan sehat…dengan selamat…sampai kami benar2 bisa punya ANAK…yang bisa kami rawat…kami besarkan…kami beri kasih sayang kami…dan membuat kami semakin taat dan dekat pada MU Yaa Allah…

Tidak hanya untukku Yaa ALLAh…tapi juga seluruh wanita muslimah di dunia ini yg serupa denganku, yang menginginkan hal yang sama denganku…

Mohon kemudahan dari Mu Yaa Allah supaya kami bisa merasakan anugrahMU yang satu itu…

Dari smua itu…

Alhamdulillahirabbil’alamin atas semua yang KAU berikan pada kami…

Ungkapan syukurku pada MU takkan pernah ada habisnya…

I will always need YOU everytime…every second, every breath i take and even every blink of my eyes…

Kalau mengingat our luvly angel RANIA…bulan ini adalah saat kami bisa melihatnya lahir kedunia…dan masih sama…aku tidak bisa mencegah airmataku untuk tidak turun…karena aku sangat merindukannya…

Yaa Allah…aku mohon selalu kekuatan untuk kami dan juga seluruh umat muslim lain yang merasakan hal yg sama seperti kami…amien

Bila Ibu Boleh Memilih

Ini adalah sebuah puisi yg sangat menyentuh aku…pertama kali denger waktu dibacakan langsung oleh Ratih Sang (penulisnya) saat acara talk show tentangperempuan atau ibu khususnya kira2 1,5tahun yg lalu…

Bila Ibu Boleh Memilih

Anakku,…

Bila ibu boleh memilih

Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu

Maka ibu akan memilih mengandungmu…

Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu

Engkau ikut kemanapun ibu pergi

Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan

Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…

Anakku,…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu

Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu

Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu

Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga

Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan

Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua

Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,

Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

Saat itulah… saat paling membahagiakan

Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,

Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,

Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku,…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,

Maka ibu memilih menyusuimu,

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga

Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,

Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,…

Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat

Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle

Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…

Hidup memang pilihan…

Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana

Maka maafkanlah nak…

Maafkan ibu…

Maafkan ibu…

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,

Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak…

Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak…

Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)

Jakarta, 21 Agustus 2004

===================================================

Yaa Allah…jika memang sudah masanya aku & suamiku layak untuk Kau beri lagi anugerah itu…hadirkanlah anugerah itu untuk kami…Amien yaa rabbal ‘alamiin…

Happy MOTHER’s Day!

Hari ini tanggal 22 Desember…

Disini di Indonesia setiap tanggal itu diperingati sebagai hari ibu.

Akhir-akhir ini memang kata ibu…lebih jelasnya sosok ibu cukup melekat di kehidupanku. (memangnya sebelum ini enggak yaaa???)

Well…this is all about my mother…

Ibuku adalah wanita yang teramat sangat luar biasa…kalo aku selalu bilang bahwa aku super women…well, ibuku lah yg lebih tepat menjadi super duper extraordinary woman.

Menurutku ibuku adalah orang yang paling bekerja keras dibanding orang rumah lainnya. Hmmm…susah juga untuk mendeskripsikan sosok ibu a.k.a mamah (biasa aku panggil gitu). Karena beliau sangat luar biasa.

Rasanya aku harus bekerja extra kuat untuk bisa sedikit saja seperti beliau…dan belum tentu aku bisa melebihi beliau. Dari sisi pendidikan beliau adalah seorang doktor di bidang farmasi. Saat penelitian untuk desertasinya, beliau mendapat beasiswa untuk melakukan penelitian di Belanda (Vrije Universiteit, Amsterdam). Tentu saja kesuksesan beliau juga tidak terlepas dari peran dan doa restu papahku…saat itu aku dan adik2ku masih kecil2…aku kelas 2 SD dan adikku masih TK. Ibuku pergi ke Belanda 2x selama masing2 6 bulanan. Tentu saja selama itu aku dan adik2ku cuman tinggal sama papah, kakek n ada pembantu yang momong kami.

Tahun 1994 beliau mendapatkan gelar doktornya, saat itu usia beliau 38 tahun. Yaa berarti kalau aku mau mengejar seperti beliau, aku punya waktu kurang lebih 11 tahun dr sekarang aku harus bisa dapet gelar doktor. Hwwww…padahal hingga detik ini aku belum terlalu bersemangat untuk ambil S3. Insya Allah mudah2an kalo bisa dapet beasiswa ke luar negeri baru ku jabanin dah heheheheehee…amien.

Beliau sudah jadi dosen sejak tahun 1981 sebelum aku lahir. Selama perjalanan kariernya yang aku tau beliau pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan III (PD III) dan PD I di universitas negeri dan swasta di Jogja ini. Lalu pernah juga ketua LPP, aktif di berbagai organisasi, menulis buku, terlibat berbagai penelitian yg dipresentasikan di seminar nasional maupun Internasional (dlm & luar negri). Betul juga kalau ibuku selalu mengucapkan bahwa suatu saat akan keluar negeri dgn mudah tanpa keluar biaya sendiri…dan Subhanallah, Alhamdulillah hal itu benar2 didapatkannya.

Yang benar2 seru adalah waktu mamah pertama kali berangkat ke Belanda. Saat itu sekitar tahun 90-an. Beliau sama sekali belum pernah naik pesawat…yaa mengingat tiket pesawat jaman segitu muahalnya minta ampun dan juga…mau naik pesawat kemana? wong gak pernah pergi2 juga. Ke jkt atau lainnya malah naik kereta aja bisa. So…betapa luar biasanya saat beliau merasakan naik pesawat untuk pertama kalinya adalah saat naik KLM dan penerbangan itu langsung membawanya ke BELANDA…SENDIRIAN!!!

Kalau di pikir2, bahasa Inggris mamahku itu jauuuuhhh bgt dari aku kemana-mana hehhehe…bahkan hingga detik ini score TOEFL nya gak pernah tembus sampe 500. hmmm untuk satu hal itu masih menang aku… :D . Beberapa kali juga minta tolong aku untuk men-translate makalah, draft jurnal, power point dll ke bahasa Inggris untuk dipresentasikan di seminar Internasional atau lainnya. Tetapi beliau tidak pernah tampak RAGU-RAGU, GUGUP atau TIDAK PERCAYA DIRI. Beliau selalu YAKIN dengan apa yang dilakukannya dan selalu mampu MENAKLUKKAN semua tantangan yang dihadapinya.

Beberapa tahun yang lalu sekitar 2003 atau 2004 mamah mendapatkan predikat GURU BESARnya…untuk itu di depan namanya sekarang tercantum titel PROFESOR! saat itu usia beliau belum sampai 50 tahun! well…sekali lagi aku kembali melihat pada diriku dan menatap ke depan…saat usiaku 50 tahun nanti seperti apakah diriku? apa saja yang sudah kulakukan atau kudapatkan? Seperti apa juga kehidupan karirku 23 tahun ke depan? Apakah aku bisa menyamai ibuku? Apakah aku cukup membuatnya bangga dengan prestasiku?

Kedua orang tuaku tidak pernah memaksakan kepada anak2nya harus menjadi seperti apa? atau bahkan harus lebih seperti beliau… Kami bebas memilih pendidikan yang kami tempuh, sehingga kami sekeluarga ber 5 punya latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Mamah Farmasi-Kimia, Papah Teknik Sipil, aku Psikologi, adikku kembar yang satu memilih Peternakan dan satunya Teknik Pertanian…dan suamiku Teknik Industri. Dan disitulah tantangan buat kami untuk bisa sukses di pilihan-pilihan kami.

Aku sangat ingat kalau ibuku sedang bercanda…dengan maksud memotivasi kami tentunya. Beliau bilang, intinya begini “waahhh ternyata orangtuaku lebih hebat daripada orangtua mu lhooo…orang tuaku bisa bikin anaknya jadi doktor, jadi profesor…lha orang tuamu kayanya bikin kalian pada lulus cepet, bisa sukses, PD, punya motivasi aja kok susah yaaa?” Hehehe…kalian tau maksudnya kan?

Hmmm…mom, im really sorry kalau hingga detik ini aku masih kurang bisa membuatmu bangga, aku masih sering mengecewakan…tapi Insya Allah aku akan berusaha untuk konsisten dan melakukan yang terbaik pada pilihanku…amien.

Alhamdulillah 1 hal luar biasa lagi tentang ibuku dan karirnya…tahun ini, tepatnya bulan Mei kemarin beliau diangkat menjadi Pembantu Rektor I (PR I) di salah satu Universitas Negeri di Jogja ini…

Sejak menjabat itu mamah jadi super sibuk. Setiap pagi jam 7 sopir kantor sudah menjemput. Beliau sudah berangkat ke kantor antara jam 7-7.30 dan baru kembali sampai rumah menjelang maghrib. Hal itu dilakukannya tiap hari tanpa pernah mengeluh. Bahkan tiap pagi pun di meja sudah tersedia teh panas dan susu untuk kami serumah…Yaa Allah…betapa luar biasanya ibuku dan tidak tau dirinya aku… (uuggghhh…!!!!!!!!!!!!!). Dengan aktivitasnya yang se abreg ngurusin suatu universitas…kok secara fisik aku kalah dengan beliau. Aku yang baru berkarir seumur kedele ini saja nyaris keteteran tiap hari.

Aktivitas mamah yang luar biasa itu tentu saja juga didukung dengan fisiknya. Masa mudanya dulu beliau termasuk olahragawan. Beliau jago basket, pingpong dan bahkan dulu pernah jadi atlit anggar. Aku masih ingat saat SD dulu di kampung ada pertandingan basket 17-an…yang turun itu mamahku!!! Memang kuakui aku payah soal olahraga hehhee… Aku juga masih ingat saat beliau mencoba melakukan Lay-up ternyata jatuh dengan lutut terlebih dahulu sampe celana bagian lututnya sobek dan kakinya luka…dan beliau hanya tertawa..”ooo ternyata aku sudah tidak seperti jaman muda dulu…hehhe”. Mamah juga dulu sering ikut pertandingan ping-pong di kampung…yaaa waktu belum se sibuk sekarang…. Aku pun juga dibikin takjub saat melihatnya mengayunkan pedang menunjukkan gerakannya bermain anggar!!!

Moooommmmmm!!!!!!!!!aku bener2 jauuuhhh dibandingkan dengan mu! Kalo aku bilang mamah luar biasa…sebenarnya itu lebih2 dari luar biasa. Sisi akademis dikuasainya, hubungan interpersonal dengan orang lain baik, dengan anak2nya perhatian tidak ada kurang-kurangnya, olahragapun juga super!. Beliau selalu sempat mendengarkan anaknya ngoceh 1 per 1 saat malam dirumah, selalu menanggapi dgn sabar dan anak2nya masiiiiihhhhh saja sering tidak tau diri.

Kalau dilihat mungkin otak kiri dan kanannya bekerja sempurna semua. Beliau rasanya lebih psikolog dari aku yg memang mempelajari ilmu psikologi. Beliau juga bisa pembimbing akademik kami…skripsi, tesis saja aku bisa konsul dengan beliau, sampe adikku yang peternakan & teknik pertanian jg bisa. Aku juga takjub saat suamiku..(saat itu masih belum jd suamiku sih) waktu sedang mengerjakan thesis nya saja bisa berdiskusi dengan asyik sama mamah. Padahal mana pernah mamah belajar teknik industri. Mamah bisa dengan segera menemukan link nya hanya dari baca proposal thesis suamiku itu. Subhanallah…mungkin itu baru bener2 yang bisa disebut sebagai seorang guru, pendidik…pengajar…

Yaa Allah…sedemikian bangga dan bahagianya aku memiliki ibu seperti beliau…tetapi apakah beliau juga demikian? seperti apakah beliau jika menceritakan tentang aku? apakah aku telah membuatnya bangga atau justru aku terlalu sering mengecewakannya?

Yaa Allah…hari ini, besok dan seterusnya…aku selalu berdoa untuk mamah… aku mohon Engkau selalu melindunginya, menjaganya, menguatkannya, dan limpahkanlah selalu kasih sayang MU untuk mamahku. Jangan biarkan sedikitpun beliau merasa sedih atau kecewa…berikanlah selalu kebahagiaan untuknya, karuniakanlah keselamatan dan kesehatan untuknya Yaa Allah…amin…

Yaa Allah…ampunilah aku dan ibu bapakku…dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku sejak aku kecil. amien.

Mamahku sayang…selamat hari ibu…Insya Allah aku akan selalu melakukan yang terbaik yang dapat membuat mamah dan papah selalu bahagia dan bangga pada kami anak-anakmu…amien…

HELP!

Yaa Allah…

Hatiku sedang tidak tenang…semua rasanya begitu menusuk dan membuatku merasa sesak… Aku ingin bahagia juga saat orang lain menerima kebahagiaan…tapi untuk satu hal itu…aku masih harus berusaha keras…aku bisa ikut bahagia…hanya saja saat harus mengungkapkannya dengan kata-kata…ada rasa bergejolak yang sangat hebat yang ingin kuabaikan dan tidak ingin kudefinisikan perasaan seperti apa itu…karena aku ingin selalu bersyukur…karena aku tidak mau jadi orang yang merugi!

Rasanya aku begitu lemah…

Astaghfirullahhal ‘adzim…

Aku tau…semua yang terjadi padaku adalah tantanganMU yang sedang melatihku agar membuat keimananku bisa naik kelas di sekolah kehidupan ini…

Aku yakin bisa segera survive dan terus survive…walau setiap saat rasanya masih jatuh bangun…Tapi aku selalu bangkit yaa Allah…karena aku ingin selalu dekat denganMU…dan aku tau Engkau sangat menyayangiku…

Aku percaya bahwa aku kuat…aku tangguh…dan aku EXTRAORDINARY! My adjustment ability is OUTSTANDING! Karena Engkau selalu bersamaku…

Subhanallah…wal hamdulillah…wa laa ilaa ha illallah…allaahu akbar…

SERENITY PRAYER

God grant me the serenity

To accept the things I can not change

The courage to change the things that I can

And the wisdom to know the different

Amien

FotoEfek.com

FotoEfek.com Photo Effects

FotoEfek.com

FotoEfek.com Photo Effects

INTRO… (about me)

Hi…welcome to my blog…

Namaku Nurfitria Swastiningsih, nama panggilan yg diberikan ortuku TRIA. Tapi pada prakteknya sering juga aku dipanggil Fitri, Fitria, atau juga cukup Ia. Bukan masalah asal tidak merubah maknanya :) . Aku  lahir di  Jogja 2 Agustus 1982 dan hingga kini aku sudah lulus kuliah alhamdulillah 2x, menikah dan bekerja, aku juga tetap tinggal dikota ini…

Hmmm…yup…Jogja ini buat aku a city of millions story, ya karena hingga detik ini aku tidak pernah merasakan yang namanya merantau :) . Jogja membuatku merasa sangat nyaman & damai hehehe…

Latar belakang pendidikanku…aku sempat ngrasain sekolah di 2 TK yang berbeda karena aku masuk TK umur 3 taun. TK pertama di TK Al-Amien Gowongan (di kampungku sendiri). Hebatnya TK ini sampe sekarang masih ada dan gurunya pun masih sama seperti waktu aku TK dulu…Bener2 luar biasa guru2 itu. Aku sekolah di TK ini 2 tahun, trus aku pindah di TK Syuhada. Biar gak bosen gitu kayanya.

Cerita jaman TK ini kadang bikin aku bingung jg (a.k.a malu!). Yaa…karena waktu TK aku itu super duper cuengeng luar biasa. Jadi aku ngalami yg namanya huampiiirrr tiap hari di TK itu aku nangis. Kalo aku mendiagnosis sepertinya dulu aku mengalami yg namanya SAD (Separation Anxiety Disorder). Yang paling kuingat tu pernah ada kejadian saat guru keluar dari kelas aja aku tiba2 nangis. Gak mutu bgt kalo kupikir, kejadian itu gak cuman sekali dan sampe sekarang aku masih inget detail kejadiannya.  Saat itu aku jg inget bahwa ada temenku yg bisa nenangin aku saat nangis. Sayangnya aku lupa siapa dia. Aku bilang dia hebat dan bisa “ngemong” aku padahal kami sama2 anak kecil.

Suatu kali ortu n eyangku sampe pesen sama guru TK ku, namanya Pak Budi dan Bu Umi. Katanya beliau suruh memantau apakah aku hari itu nangis ato enggak. Jadi aku diberi reward sama keluargaku kalo aku gak nangis di sekolah, sorenya aku boleh maen sepedaan. Tapi kalo hari itu pas dijemput pulang sekolah guru TK lapor kalo aku nangis, soo aku gak boleh sepedaan. Pada masa itu sepedaan rasanya luar biasa. Maklum baru bisa2nya naik sepeda roda dua. Nah aku inget bgt suatu hari pak  guru ninggalin kelas (ya cuman keluar aja mgkn ke ruang guru atau ngambil apa gitu), laahhh kok ya aku langsung nangis. Inget bgt temenku itu nenangin aku, bilangin gak papa…jangan nangis gitu. Trus menjelang pak guru balik aku dah diem…jadi hari itu beliau tidak melihatku nangis di sekolah heheehe… Siangnya pas aku dijemput kejadian deh pak guru itu lapor kalo aku hebat karena hari ini gak nangis…Yiiipppiieee! dan sorenya aku boleh sepedaan :D Sayang nya gak banyak yang kuingat untuk semakin menegakkan diagnosa aku mengalami SAD atau bukan. Selain itu mungkin aku jg mengalami gangguan penyesuaian. Rasanya lingkungan TK yang baru itu cukup asing dan diluar jangkauanku :( Well…coba ntar liat apalagi yg kuingat.

SD…aku sekolah di SDN Percobaan 2… Saat aku nyebutin nama itu bagi orang yg gatau pasti heran…rasanya nama sekolah itu gak meyakinkan yaa? hehehe… Masa SD ok2 aja lah…sangat menyenangkan….. Mmmm tapi wkt kelas 1 sisa cengeng masih ada…tapi wajar jg sih. Waktu itu lagi belajar nulis. Gara2nya waktu di dikte aku salah trus ketinggalan sama temen yg lain…trus aku nangis… :p

Lulus SD aku melanjutkan di SMP N 5 Jogja. Saat itu jalan yang tiap hari kulewati untuk berangkat n pulang sekolah cukup istimewa karena berangkat & pulang sama sekali gak kena lampu merah alias banyak kekiri-jalan-terus nya. Tapi sekarang gak lagi karena di kleringan udah di kasih traffic light.  Hari2 di SMP juga menyenangkan dan aku jg sempat ngalami berangkat-pulang sekolah naik sepeda dan kemana-mana naik sepeda. Kalo sekarang kok rasanya lalu lintas Jogja dah gak begitu aman buat naik sepeda yaa???

Masa SMA kuhabiskan di SMU Muhammadiyah I Jogja. High School was real FUUUNNN! Bener2 menyenangkan di SMA ini… Bener2 ngerasain kehidupan SMA dengan segala serba-serbinya :) ).

Lulus SMA aku memilih untuk kuliah di Fakultas Psikologi (di universitas mana yg mau menerimaku ;p). Aku kuliah di Univ Ahmad Dahlan Jogja. Masa S1 ketempuh selama 5 tahun 3 bulan… :) dan setelah lulus alhamdulillah dapet kesempatan untuk ngelanjutin kuliah S2 di Magister Profesi Psikologi (Bidang Klinis) Universitas Gadjah Mada Jogja. Studi di S2 kutempuh selama 2,5tahun (lagi2 molor… ).

Sekarang aku adalah seorang istri dari seorang suami yang luar biasa bernama Yandra Rahadian Perdana dan juga ibu dari seorang putri cantik bernama Rania Fitri Rahadian Putri (Almh) yang saat ini sudah bahagia di tempat terbaik NYA, amien.

Aku bekerja sebagai salah satu staff pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, almamaterku dulu. Kalau dipikir gak pernah menyangka juga jadi dosen…tapi alhamdulillah aku menikmatinya :)

Ok ini sepintas tentang aku :)

LOVE SONG by 311

This is another our love song…also called LOVE SONG. This song is our wedding sondtrack too :p

LOVE SONG

by: 311

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am home again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am whole again

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am young again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am fun again

However far away, I will always love you
However long I stay, I will always love you
Whatever words I say, I will always love you
I will always love you

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am free again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am clean again

However far away, I will always love you
However long I stay, I will always love you
Whatever words I say, I will always love you
I will always love you

source: http://www.lyricstop.com/l/lovesong-311.html

Bersyukur kapanpun, dimanapun dan saat apapun…

Alhamdulillah bahwa semua yang terjadi atas kehendak Allah…

Barusan dapet kesempatan lagi untuk sharing dengan mahasiswa di acara Kampung Seni Psikologi UAD. Akhirnya malah aku juga dapet banyak pengalaman baru & tentu saja dapet wawasan baru yang makin terbuka luas.

Alhamdulillah Yaa Allah atas segala kesempatan yang Engkau berikan kepadaku dan juga kemampuan, kemauan dan kekuatanku untuk mengambil kesempatan itu yang hasilnya ternyata luar biasa.

Alhamdulillahirobbil’alamiin…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.