Hari ini tanggal 22 Desember…
Disini di Indonesia setiap tanggal itu diperingati sebagai hari ibu.
Akhir-akhir ini memang kata ibu…lebih jelasnya sosok ibu cukup melekat di kehidupanku. (memangnya sebelum ini enggak yaaa???)
Well…this is all about my mother…
Ibuku adalah wanita yang teramat sangat luar biasa…kalo aku selalu bilang bahwa aku super women…well, ibuku lah yg lebih tepat menjadi super duper extraordinary woman.
Menurutku ibuku adalah orang yang paling bekerja keras dibanding orang rumah lainnya. Hmmm…susah juga untuk mendeskripsikan sosok ibu a.k.a mamah (biasa aku panggil gitu). Karena beliau sangat luar biasa.
Rasanya aku harus bekerja extra kuat untuk bisa sedikit saja seperti beliau…dan belum tentu aku bisa melebihi beliau. Dari sisi pendidikan beliau adalah seorang doktor di bidang farmasi. Saat penelitian untuk desertasinya, beliau mendapat beasiswa untuk melakukan penelitian di Belanda (Vrije Universiteit, Amsterdam). Tentu saja kesuksesan beliau juga tidak terlepas dari peran dan doa restu papahku…saat itu aku dan adik2ku masih kecil2…aku kelas 2 SD dan adikku masih TK. Ibuku pergi ke Belanda 2x selama masing2 6 bulanan. Tentu saja selama itu aku dan adik2ku cuman tinggal sama papah, kakek n ada pembantu yang momong kami.
Tahun 1994 beliau mendapatkan gelar doktornya, saat itu usia beliau 38 tahun. Yaa berarti kalau aku mau mengejar seperti beliau, aku punya waktu kurang lebih 11 tahun dr sekarang aku harus bisa dapet gelar doktor. Hwwww…padahal hingga detik ini aku belum terlalu bersemangat untuk ambil S3. Insya Allah mudah2an kalo bisa dapet beasiswa ke luar negeri baru ku jabanin dah heheheheehee…amien.
Beliau sudah jadi dosen sejak tahun 1981 sebelum aku lahir. Selama perjalanan kariernya yang aku tau beliau pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan III (PD III) dan PD I di universitas negeri dan swasta di Jogja ini. Lalu pernah juga ketua LPP, aktif di berbagai organisasi, menulis buku, terlibat berbagai penelitian yg dipresentasikan di seminar nasional maupun Internasional (dlm & luar negri). Betul juga kalau ibuku selalu mengucapkan bahwa suatu saat akan keluar negeri dgn mudah tanpa keluar biaya sendiri…dan Subhanallah, Alhamdulillah hal itu benar2 didapatkannya.
Yang benar2 seru adalah waktu mamah pertama kali berangkat ke Belanda. Saat itu sekitar tahun 90-an. Beliau sama sekali belum pernah naik pesawat…yaa mengingat tiket pesawat jaman segitu muahalnya minta ampun dan juga…mau naik pesawat kemana? wong gak pernah pergi2 juga. Ke jkt atau lainnya malah naik kereta aja bisa. So…betapa luar biasanya saat beliau merasakan naik pesawat untuk pertama kalinya adalah saat naik KLM dan penerbangan itu langsung membawanya ke BELANDA…SENDIRIAN!!!
Kalau di pikir2, bahasa Inggris mamahku itu jauuuuhhh bgt dari aku kemana-mana hehhehe…bahkan hingga detik ini score TOEFL nya gak pernah tembus sampe 500. hmmm untuk satu hal itu masih menang aku…
. Beberapa kali juga minta tolong aku untuk men-translate makalah, draft jurnal, power point dll ke bahasa Inggris untuk dipresentasikan di seminar Internasional atau lainnya. Tetapi beliau tidak pernah tampak RAGU-RAGU, GUGUP atau TIDAK PERCAYA DIRI. Beliau selalu YAKIN dengan apa yang dilakukannya dan selalu mampu MENAKLUKKAN semua tantangan yang dihadapinya.
Beberapa tahun yang lalu sekitar 2003 atau 2004 mamah mendapatkan predikat GURU BESARnya…untuk itu di depan namanya sekarang tercantum titel PROFESOR! saat itu usia beliau belum sampai 50 tahun! well…sekali lagi aku kembali melihat pada diriku dan menatap ke depan…saat usiaku 50 tahun nanti seperti apakah diriku? apa saja yang sudah kulakukan atau kudapatkan? Seperti apa juga kehidupan karirku 23 tahun ke depan? Apakah aku bisa menyamai ibuku? Apakah aku cukup membuatnya bangga dengan prestasiku?
Kedua orang tuaku tidak pernah memaksakan kepada anak2nya harus menjadi seperti apa? atau bahkan harus lebih seperti beliau… Kami bebas memilih pendidikan yang kami tempuh, sehingga kami sekeluarga ber 5 punya latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Mamah Farmasi-Kimia, Papah Teknik Sipil, aku Psikologi, adikku kembar yang satu memilih Peternakan dan satunya Teknik Pertanian…dan suamiku Teknik Industri. Dan disitulah tantangan buat kami untuk bisa sukses di pilihan-pilihan kami.
Aku sangat ingat kalau ibuku sedang bercanda…dengan maksud memotivasi kami tentunya. Beliau bilang, intinya begini “waahhh ternyata orangtuaku lebih hebat daripada orangtua mu lhooo…orang tuaku bisa bikin anaknya jadi doktor, jadi profesor…lha orang tuamu kayanya bikin kalian pada lulus cepet, bisa sukses, PD, punya motivasi aja kok susah yaaa?” Hehehe…kalian tau maksudnya kan?
Hmmm…mom, im really sorry kalau hingga detik ini aku masih kurang bisa membuatmu bangga, aku masih sering mengecewakan…tapi Insya Allah aku akan berusaha untuk konsisten dan melakukan yang terbaik pada pilihanku…amien.
Alhamdulillah 1 hal luar biasa lagi tentang ibuku dan karirnya…tahun ini, tepatnya bulan Mei kemarin beliau diangkat menjadi Pembantu Rektor I (PR I) di salah satu Universitas Negeri di Jogja ini…
Sejak menjabat itu mamah jadi super sibuk. Setiap pagi jam 7 sopir kantor sudah menjemput. Beliau sudah berangkat ke kantor antara jam 7-7.30 dan baru kembali sampai rumah menjelang maghrib. Hal itu dilakukannya tiap hari tanpa pernah mengeluh. Bahkan tiap pagi pun di meja sudah tersedia teh panas dan susu untuk kami serumah…Yaa Allah…betapa luar biasanya ibuku dan tidak tau dirinya aku… (uuggghhh…!!!!!!!!!!!!!). Dengan aktivitasnya yang se abreg ngurusin suatu universitas…kok secara fisik aku kalah dengan beliau. Aku yang baru berkarir seumur kedele ini saja nyaris keteteran tiap hari.
Aktivitas mamah yang luar biasa itu tentu saja juga didukung dengan fisiknya. Masa mudanya dulu beliau termasuk olahragawan. Beliau jago basket, pingpong dan bahkan dulu pernah jadi atlit anggar. Aku masih ingat saat SD dulu di kampung ada pertandingan basket 17-an…yang turun itu mamahku!!! Memang kuakui aku payah soal olahraga hehhee… Aku juga masih ingat saat beliau mencoba melakukan Lay-up ternyata jatuh dengan lutut terlebih dahulu sampe celana bagian lututnya sobek dan kakinya luka…dan beliau hanya tertawa..”ooo ternyata aku sudah tidak seperti jaman muda dulu…hehhe”. Mamah juga dulu sering ikut pertandingan ping-pong di kampung…yaaa waktu belum se sibuk sekarang…. Aku pun juga dibikin takjub saat melihatnya mengayunkan pedang menunjukkan gerakannya bermain anggar!!!
Moooommmmmm!!!!!!!!!aku bener2 jauuuhhh dibandingkan dengan mu! Kalo aku bilang mamah luar biasa…sebenarnya itu lebih2 dari luar biasa. Sisi akademis dikuasainya, hubungan interpersonal dengan orang lain baik, dengan anak2nya perhatian tidak ada kurang-kurangnya, olahragapun juga super!. Beliau selalu sempat mendengarkan anaknya ngoceh 1 per 1 saat malam dirumah, selalu menanggapi dgn sabar dan anak2nya masiiiiihhhhh saja sering tidak tau diri.
Kalau dilihat mungkin otak kiri dan kanannya bekerja sempurna semua. Beliau rasanya lebih psikolog dari aku yg memang mempelajari ilmu psikologi. Beliau juga bisa pembimbing akademik kami…skripsi, tesis saja aku bisa konsul dengan beliau, sampe adikku yang peternakan & teknik pertanian jg bisa. Aku juga takjub saat suamiku..(saat itu masih belum jd suamiku sih) waktu sedang mengerjakan thesis nya saja bisa berdiskusi dengan asyik sama mamah. Padahal mana pernah mamah belajar teknik industri. Mamah bisa dengan segera menemukan link nya hanya dari baca proposal thesis suamiku itu. Subhanallah…mungkin itu baru bener2 yang bisa disebut sebagai seorang guru, pendidik…pengajar…
Yaa Allah…sedemikian bangga dan bahagianya aku memiliki ibu seperti beliau…tetapi apakah beliau juga demikian? seperti apakah beliau jika menceritakan tentang aku? apakah aku telah membuatnya bangga atau justru aku terlalu sering mengecewakannya?
Yaa Allah…hari ini, besok dan seterusnya…aku selalu berdoa untuk mamah… aku mohon Engkau selalu melindunginya, menjaganya, menguatkannya, dan limpahkanlah selalu kasih sayang MU untuk mamahku. Jangan biarkan sedikitpun beliau merasa sedih atau kecewa…berikanlah selalu kebahagiaan untuknya, karuniakanlah keselamatan dan kesehatan untuknya Yaa Allah…amin…
Yaa Allah…ampunilah aku dan ibu bapakku…dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku sejak aku kecil. amien.
Mamahku sayang…selamat hari ibu…Insya Allah aku akan selalu melakukan yang terbaik yang dapat membuat mamah dan papah selalu bahagia dan bangga pada kami anak-anakmu…amien…